6 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

0
6

Sebagai orangtua kadang kita merasa frustasi dalam keseharian mengurus anak. Bahkan terkadang ibu rumah tangga sekalipun sampai tak punya waktu untuk beristirahat dari aktifitas membersihkan rumah hingga megurus anak. Waktu tidur siang pun hanya sebatas angan-angan yang begitu dirindukan para ibu. Anak rewel, menangis, bertengkar, emosi tidak menentu kadang membuat diri kita jadi ikut merasa stres. Apalagi bagi mereka yang mempunyai anak balita. Usia yang masih kecil kadang memebuat mereka tidak bisa meluapkan emosi dan apa yang mereka rasakan. Itulah saat di mana kita sebagai orangtua harus ekstra kerja keras untuk memahami apa yang mereka ingin dan menenangkan mereka. Anak adalah makhluk yag sensitif, hampir sama seperti orang dewasa pula ketika mereka sedang merasakan emosi yang tak menentu. Cobalah untuk lebih memahami anak Anda. Lakukan pendekatan pada mereka dan perhatikan hal-hal yang tidak boleh Anda ucapkan pada mereka.

Berikut adalah hal-hal yang tidak boleh Anda ucapkan kepada mereka, yang kadang tidak disadari para orangtua :

1. Kamu baik-baik saja?

© Gambar oleh lisatener dari Pixabay

Ketika anak jatuh dan mengalami memar, jangan tanyakan kamu baik-baik saja? Sigaplah, bantu mereka dan berikan dekapan untuknya. Tenangkan dan beri mereka perhatian dengan membersihkan lukanya. Jangan memarahinya jika ia mulai menangis. Beri tahu mereka bahwa Anda akan selalu ada.

2. Berhenti menangis!

© Gambar oleh Myriams-Fotos dari Pixabay

Jangan membentak dan mengatakan “berhenti menangis!” ketika anak Anda rewel. Anak sangat sesnsitif, dan jika Anda mengatakannya, si anak akan semakin menangis kencang dan tidak mau diam. Coba tenangkan, gendong ia dan dudukkan dipangkuan Anda. Beri mereka perhatian, dan tanyakan mengapa menangis. Sampaikan kepada anak bahwa semua akan baik-baik saja.

3. Mengapa kamu lakukan itu?

© Gambar oleh 192635 dari Pixabay

Ketika anak melakukan kesalahan, jangan tanyakan pada anak “mengapa kamu lakukan itu?” dan berharap dia akan memberi Anda respons yang jelas dan masuk akal. Jika tujuan Anda adalah mengajarkan sebab dan akibat kepada anak Anda, maka coba perlihatkan apa yang terjadi ketika mereka melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin mereka lakukan.

4. Kamu tidak seharusnya takut

© Gambar oleh ambermb dari Pixabay

Jika anak Anda datang kepada Anda dan mengatakan bahwa mereka takut, tanyakan mengapa. Jangan hanya mengabaikan mereka dan meremehkan perasaan mereka, karena kita sebagai orang dewasa pun pasti tidak suka jika perasaan kita diremehkan. Berikan ketenangan pada mereka, dan sampaikan bahwa Anda ada disamping mereka.

5. Itulah yang terjadi ketika kamu …

© Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Pada dasarnya itulah yang dilontarkan orang tua kepada anak ketika anak melakukan sesuatu yang dilarang orangtua. Karena kami masih anak-anak, dan itulah yang dilakukan anak-anak. Jangan menyalahkan mereka, dan memarahi mereka. Apalagi sampai memojokkan mereka. Sekali lagi anak adalah makhluk yang sensitif, apa yang mereka alami akan sangat mudah tersimpan di memori.  

6. Tunggu sampai Ayah dan Ibu pulang

© Gambar oleh Photo Mix dari Pixabay

Banyak orangtua memberlakukan kedisiplinan di setiap rumah untuk anak-anaknya. Dan kebanyakan orangtua juga menggunakan emosinya. Mereka memberikan hukuman dan kadang memukul anaknya. Jika anak merengek meminta sesuatu, jangan katakan “tunggu sampai Ayah dan Ibu pulang”. Kembali timbang keinginan anak, jika hal itu bukanlah hal buruk, biarkan anak melakukannya. Jangan terlalu mengekangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.