Anak adalah Peniru yang Ulung, Ajarkan Hal-Hal Baik Pada Mereka Yuk Bunda!

0
6

Setiap anak akan mengalami fase meniru apapun yang ia lihat dan dengar. Anak meniru segala dari kita, sampai ke emosi yang kita tunjukkan, dan kelakuan kita saat menindak lanjuti atau memutuskan sesuatu, segalanya, tanpa terkecuali, dan itu sedikit banyak akan menjadi karakter mereka seiring bertambahnya usia.

Berkembangnya karakter mereka adalah rekam jejak dari apa yang telah kita lakukan dan suguhkan dihadapan mereka. Jangan bangga ketika anak anda pulang dengan cerita dia bisa membantah perkataan temannya soal pilihan warna tasnya atau ketika mereka bercerita soal berhasilnya mereka menyanggah pengetahuan atau pelajaran dari guru di hari itu, koreksi lagi jika ada blank spot, jangan jangan mereka pernah melihat kita membantah atau menyanggah pasangan kita dihadapannya dan si kecil jadi tau cara untuk membantah sama seperti yang kita lakukan.

Belum lagi soal ekspresi dan emosi, si kecil sangat cepat merespon, peka, dan menerima informasi bahkan dari ekspresi dan emosi yang kita tunjukkan, menyimpannya, kemudian menjadikannya bagian dari dirinya. Dibuktikan dengan beberapa anak yang tumbuh jadi pribadi yang easy going, atau berakhir jadi pribadi rewel yang cengeng.

Kenapa anak-anak mudah meniru?

© pixabay.com

Itu semua memang bagian dari tumbuh kembangnya, tumbuh kembang cara berkomunikasi, hingga nalarnya. Semakin banyak kosa kata yang anak pahami dan simpan, semakin berkembang pula kecerdasannya. Namun, perlu digaris bawahi sekali lagi, soal mengasuh, mendidik, dan membesarkan seorang anak, akan lebih membanggakan jika ia tumbuh dan berkembang lebih baik daripada pribadi kita, jadi, apapun keadaannya, usahakan jadilah sosok orang tua yang baik, teladan yang hebat, dan sosok yang kuat di depan anak anak kita, sehingga mereka bukan hanya sekadar lucu dan menggemaskan, tapi juga merupakan karakter upgrade terbaik dari kita sebagai cerminan untuk diri mereka.

Anak adalah cermin dari orang tuanya, seperti kata pepatah yaitu buah jatuhnya tidak jauh dari pohonnya

© pixabay.com

Bagaimana orang tua bersikap akan ditiru oleh anak. Dari orangtualah anak memperoleh nilai-nilai dasar kehidupan. Dalam menciptakan hubungan dengan anak, terutama jika sang anak telah beranjak dewasa, ciptakan suasana yang demokratis. Tak jarang di era yang modern ini, masih banyak orang tua yang menciptakan suasana otoriter kepada anak-anaknya.

Orangtua tentu punya sifat baik dan buruk. Dan setiap orangtua tentu berharap yang ditiru anak dari dirinya adalah sifat-sifat yang baik saja. Tetapi, bagaimana Anda dapat memastikan bahwa ia hanya menyerap hal-hal yang baik saja?

Berikut adalah hal-hal baik yang dapat dilakukan agar ditiru anak :

© pixabay.com

1. Hati-hati dengan berbicara kasar

Bila ia menyapa ayahnya dengan nama panggilannya, mungkin masih terdengar lucu. Tetapi bagaimana bila ia mengucapkan kata-kata kasar yang biasanya keluar dari mulut Anda? anak mungkin tidak memperhatikan Anda, tetapi telinganya aktif mendengarkan apapun yang Anda ucapkan. Jangan kaget bila ia tiba-tiba mengumpat di depan neneknya, atau menirukan ucapan Anda mengenai kebiasaan buruk tetangga, tepat di hadapannya.

2. Berikan contoh memberikan rasa sayang

Cara terbaik mengajarkan cara menunjukkan rasa sayang pada anak adalah dengan memberikan contohnya sejak ia kecil. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan keluarga, guru, orang-orang tak mampu, bahkan binatang piaraan Anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berkembang dengan perhatian yang penuh kasih, baik secara kognitif maupun fisik.

3. Coba beri contoh perilaku dan jelaskan yang seharusnya digunakan

Berikan contoh berperilaku yang manis saat di meja makan, berkunjung ke rumah teman, atau dimana pun, agar si spons kecil ini pun menyerap hal-hal yang baik tersebut. Jelaskan kata-kata yang seharusnya digunakan, seperti “tolong” dan “terima kasih”, atau meminta maaf ketika membuat kesalahan.

4. Ajarkan anak berbagi dan jelaskan mengapa ia melakukannya

“Ini punyaku!” Itulah kata-kata favorit anak ketika mainan atau makanannya diminta oleh orang lain, dan ia menolaknya. Anda bisa mengajarkannya dengan membagi makanan Anda kepadanya dan kepada teman-temannya, lalu jelaskan mengapa Anda melakukannya. Dorong kebiasaan berbagi saat di rumah maupun di sekolah, dan berikan pujian ketika ia melakukannya.

5. Usahakan menyediakan makanan dengan gizi seimbang dan makanlah bersama mereka

Sangat tidak adil bila Anda memaksa anak makan sayur, sementara Anda enak-enakan makan sate, bakso, atau es krim. Kebiasaan makan anak sebenarnya diwarisi dari orangtuanya; bahkan selera makan anak terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Oleh karena itu, usahakan menyediakan makanan dengan gizi seimbang dan makanlah bersama mereka. Tunjukkan ekspresi wajah yang menggambarkan lezatnya makanan, untuk menggoda mereka ikut makan.

6. Asah kepercayaan diri anak dengan mempertahankan kepercayaan diri orangtua

Meskipun Anda termasuk orang yang bisa menertawakan diri sendiri, usahakan untuk tidak mencela diri Anda di depan cermin, di atas timbangan badan, atau ketika Anda membuat kesalahan. Bila anak tumbuh dengan citra diri yang sehat, ia akan mampu mengatasi berbagai hambatan dalam hidupnya, entah dalam hal percintaan, profesional, atau yang lain. Puji kebaikan, prestasi, dan kemajuan yang dibuat anak, agar ia pun bangga terhadap apa yang telah dilakukannya.

7. Anak juga akan belajar dari anda bagaimana menghargai orang lain

Begitu ia masuk taman kanak-kanak, sikap sarkasme yang diwarisinya dapat berkembang menjadi orang yang dianggap sok tahu. Hal ini tentu akan membuat orang lain malas berteman dengannya. Maka, ketika sedang membicarakan hal-hal buruk, pastikan anak sedang tidak ada di sekitar Anda.

8. Menghargai orang lain itu penting, tapi jangan lupa menghargai diri sendiri

anak perlu diajarkan untuk menjadi murah hati dan berbagi, namun yang tak kalah penting adalah menunjukkan pada mereka bagaimana mengatur batas-batas bagi mereka sendiri. Bila Anda terlalu penurut, anak akan belajar bahwa ia akan mudah mengambil keuntungan dari Anda. Dari sikap Anda tersebut, ia mungkin berkembang menjadi anak yang selalu mengalah dan tidak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan.

9. Toleransi memang sulit diajarkan, namun ada hal-hal yang bisa anda lakukan untuk menunjukkan cara menghargai perbedaan

Jika Anda sering merendahkan budaya lain, anak pun akan meniru kebiasaan Anda. Toleransi memang sulit diajarkan, namun ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan cara menghargai perbedaan. Misalnya, tanya apa pendapatnya tentang warna baju yang dipakai temannya. Jelaskan mengapa temannya berdoa dengan cara yang berbeda dengannya. Menunjukkan hal-hal kecil seperti ini akan membantunya memahami masalah yang lebih besar ketika ia makin besar nanti.

10. Ajarkan ia untuk selalu peduli pada lingkungan sejak dini

Kerusakan lingkungan sudah semakin parah saat ini, apalagi ketika anak-anak menjadi dewasa nanti. Oleh karena, ajarkan ia untuk selalu peduli pada lingkungan sejak dini. Banyak contoh kecil yang bisa Anda berikan, seperti membuang sampah di tempat sampah, mematikan lampu atau TV saat tidak digunakan, atau menanam pohon. Tunjukkan apa yang akan terjadi bila orang membuang sampah sembarangan.

11. Bila anda ingin anak gemar membaca, tentu anda pun harus mulai menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan orang tua

Jadikan buku-buku atau majalah sebagai benda yang selalu ada di rumah, dan mulailah membaca setiap hari. Bacakan buku cerita untuk anak sebelum ia tidur, ajak ia ke perpustakaan atau ke toko buku untuk memilih sendiri buku-buku kesukaannya. Selain membuat anak suka membaca, Anda juga menciptakan bonding dengannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.