Anak Kecanduan Youtube? Koreksi Diri Anda Sebagai Orangtua

0
8

Anak berumur 1-5 tahun akan mengalami fase rasa ingin tahu dan senang bereksplorasi terhadap banyak hal. Ia juga akan mempunyai hobi atau kegemaran terhadap hal-hal tertentu seperti senang melihat binatang dan ingin memiliki peliharaan, senang mengoleksi barang kegemaran, senang nonton kartun dan bahkan senang menonton Youtube. Nampaknya, menonton video di Youtube menjadi kegemaran anak-anak masa kini. Dengan ribuan konten video anak yang nampang di Youtube, sekali saja Anda memperkenalkannya, maka ia bisa jadi kecanduan nonton.

Tahukah Anda, rata-rata anak berusia 1-5 tahun pada zaman sekarang senang menonton Youtube, dan 4 dari 5 ibu mengiyakannya? Kegemaran menonton Youtube ini ada yang sampai menjadi candu ataupun bisa dikatakan addicted terhadap tontonan yang ada di Youtube. Tontonan dari berbagai channel dengan konten anak-anak, mainan, kartun dan sebagainya menjadi kegemaran yang membawa kecanduan berbahaya bagi anak-anak.

Kebanyakan orangtua bahkan tidak pernah memikirkan dampak buruknya. Mereka membiarkan anaknya seharian bermain gadget dan menonton Youtube. Ketika anak rewel, mereka malah memberikannya hiburan berupa Youtube. Memang si anak akan diam dan menikmati tontonannya namun jika hal itu dilakukan berkelanjutan sungguh hal itu hanya akan merusak anak mereka sendiri.

Bagaimana dampak kecanduan menonton Youtube?

Anda bisa melihatnya dari sisi positif dan negatifnya. Jika salah membiarkan anak begitu saja dengan hobi barunya ini, bisa-bisa hanya dampak negatifnya saja yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang sang buah hati. 

Dampak positif :

© pixabay.com

Sisi positifnya, anak akan lebih aware atau melek teknologi sedari dini. Ia juga lebih eksploratif dengan lebih banyak masukan dan wawasan yang didapat dari hasil menonton Youtube. Jika Anda membatasi anak saat bermain gadget atau menonton Youtube, maka fase hobi kecanduan menonton ini akan terlewati. Anda bisa memberi batasan dan aturan pada anak, bahwa menonton Youtube diperbolehkan asalkan selama waktu tertentu saja, misal setengah jam atau 1 jam saja dalam sehari. Dengan merasa dibatasi, si Kecil tidak akan terlalu addicted untuk menonton berlarut-larut.

Dampak negatif :

© pixabay.com

Anda perlu waspada terhadap dampak negatifnya. Jika Anda membiarkannya menonton kegemarannya dengan sesuka hatinya tanpa aturan waktu, Anda harus menerima konsekuensi tumbuh kembang anak terganggu. Setelah kecanduannya, ia akan sulit bersosialisasi, tidak mau main di luar atau sulit bergaul, dan hanya ingin berada di zona nyamannya, yaitu menonton sepanjang waktu. Dampak ini jika dibiarkan, akan terbawa sampai masa depannya. Ia akan sulit belajar, malas dan tidak mau bekerja.

Terlebih lagi radiasi layar smartphone yang berbahaya bagi kesehatan mata maupun otak. Seorang anak yang sudah kecanduan nonton Youtube sepanjang harinya semenjak ia bayi, mengakibatkannya sulit berjalan. Kesehatan mata. Tentunya Anda pasti tidak mau jika anak Anda memakai kacamata minus dari kecil di saat ia seharusnya bisa melihat lebih baik dari kita para orangtua.

Menonton boleh saja untuk sekedar hiburan, namun tidak disarankan menjadi sebuah kebiasaan. Apapun kesibukan Anda, demi anak anteng, tidak sepatutnya Anda membiarkannya menonton berlebihan. Namun sekali lagi, fase hobi menonton Youtube ini akan terlewati begitu saja jika kita menyikapinya dengan mengambil tindakan pencegahan sedari awal. Semua demi tumbuh kembang sang buah hati. Jangan lupa koreksi diri Anda tentang peran sebagai orangtua, sudahkah benar cara pendidikan Anda? Perbaiki dan lakukan yang terbaik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.