Anak Susah Makan? Ini Solusinya

0
21

Punya balita yang mulai susah makan jadi tantangan tersendiri bagi para Bunda. Sebagai orangtua, tentu Bunda ingin agar anak lahap saat makan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Tenang, Bunda jangan stress dulu. Yuk hadapi anak yang susah makan dengan kiat-kiat ini supaya Bunda tak kewalahan.

Tak usah panik apalagi memaksa si kecil untuk makan

© freepik.com

Bagaimanapun, Bunda harus menghadapi situasi semacam ini dengan santai. Terpenting, jangan sampai memaksakan kehendak Bunda pada buah hati hanya demi dia mau makan. Ada alasan tersendiri lho kenapa Bunda tak dianjurkan untuk memaksa si kecil agar mau makan. Kenapa? Salah satunya karena anak bisa stres lho Bun kalau dipaksa makan oleh Bundanya.

Jangan khawatir jika anak Anda makan hanya sedikit pada satu waktu. Anak-anak umumnya akan menebus kekurangan tersebut di jam makan selanjutnya atau dengan makanan selingan.

Jika anak Anda termasuk anak yang aktif dan bertumbuh kembang baik, artinya anak Anda tergolong sehat. Diskusikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai proses tumbuh kembang si kecil atau jika Anda khawatir kebiasaannya pilah pilih makanan akan menghambat pertumbuhannya.

Anak susah makan bisa disebabkan karena adanya penyakityang dideritanya

© freepik.com

Sebagai orangtua, Bunda pun dituntut peka pada kondisi buah hati. Sebab bisa saja saat si kecil merasa tak enak badan, ia tak mengerti cara memberitahu orangtuanya, untuk itu, Bunda perlu mengenali gejalanya. Di lain sisi, anak susah makan juga bisa muncul karena ada penyakit yang diderita si anak.

Anak kurus dengan penyakit biasanya tampak pucat, lesu, demam, tak napsu makan dan berat badan pun tak meningkat. Di Indonesia beberapa penyakit yang menyebabkan anak kurus tak mau makan antara lain :

1. Infeksi : Paru-paru (TBC), infeksi saluran kemih, dan infeksi parasit.

2. Hipersensitif saluran cerna : Gastrooesephageal Refluks, Dispepsi, Stomach Discomfort, gejala maag, kekurangan enzim, penyerapan tidak bagus, alergi susu, dan alergi makanan.

3. Gangguan psikologis : Meliputi kondisi rumah tangga, suasana makan, tidak pernah makan bersama orangtua, atau  anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

4. Gangguan oral motor : Gangguan oral motor membuat anak kesulitan makan sehingga anak menolak untuk makan atau mengalami kesulitan mengonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia. Beberapa kesulitannya,  yaitu membuka mulut tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap di pencernaan secara baik tanpa paksaan.

Trik lain agar si kecil mau makan, cobalah membuat kreasi menu yang menarik

© freepik.com

Balita pada umumnya suka pilah-pilih makanan (picky eater). Perilaku ini terbilang normal pada sebagian balita. Mungkin pada satu waktu anak Anda akan lebih menyukai satu jenis makan saja dan tidak mau makan sama sekali di waktu yang lain. Berikan anak Anda pilihan makanan bernutrisi yang beragam dan biarkan ia memilih apa yang ia mau makan.

Anda boleh saja menyelipkan camilan kesukaan si kecil di antara makanan baru lainnya. Tetapi, biarkan anak Anda bereksplorasi dengan makanannya. Jangan paksa si kecil untuk makan makanan tertentu. Anda mungkin akan perlu untuk menawarkan variasi makanan baru sebelum anak Anda mau mencobanya. Bunda harus lebih kreatif mengkreasikan menu untuk si kecil.

Bagaimana agar jam makan lebih mudah?

© freepik.com

Anda dapat mencoba beberapa saran di bawah ini untuk memudahkan Anda dan si kecil saat jam makan :

1.Beri tahu anak Anda 5 – 10 menit sebelum jam makan, bahwa sebentar lagi ia harus makan. Anak-anak mungkin akan kelelahan setelah beraktivitas, akibatnya mereka akan malas makan dan lebih memilih untuk istirahat. Dengan pemberitahuan menjelang waktu makan, ini akan memberikan anak Anda waktu untuk menenangkan diri sebelum makan.

2. Kenalkan anak dengan rutinitas. Anak akan merasa lebih nyaman dengan rutinitas dan jadwal yang bisa ia prediksi, jadi tentukan waktu makan yang teratur.

3. Pastikan waktu makan dihabiskan untuk makan dan bercengkerama dengan sesama anggota keluarga. Jangan biarkan anak Anda bermain saat makan. Begitu pula dengan membaca buku atau menonton tv. Jelaskan mengapa Anda melarang aktivitas tersebut dan apa pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga di meja makan sampai semua orang selesai dengan makanannya.

4. Jadikan waktu makan menyenangkan. Jika waktu yang dihabiskan saat makan terasa menyenangkan, anak Anda akan menantikan waktu makan bersama keluarga. Hindari pertengkaran di meja makan.

5. Kelola ekspektasi Anda. Jangan harapkan anak Anda untuk mematuhi etiket yang terlalu sulit untuk ia pahami. Contohnya, jangan memaksa si kecil yang masih berumur 3 tahun untuk menggunakan perangkat makan yang benar. Bagi sebagian anak, beberapa makanan mungkin lebih mudah dilahap langsung dengan tangan dibanding makan dengan sendok, jadi biarkan ia melakukannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.