Cara Jitu Mengusir Setan Dari Rumah Kita

0
11

Rumah yang nyaman adalah dambaan setiap keluarga. Kehidupan di dalamnya pun akan terasa menggembirakan. Kerukunan terjaga, suasana rumah tenang dan damai. Namun bagaimana jika rumah kita menjadi tempat yang tidak nyaman? Suasana menjadi serba panas, suami istri sering bertengkar dan anak-anak mereka juga menjadi anak yang tidak bisa diatur? Bisa jadi rumah kita telah dilingkupi oleh setan-setan. Hal itu disebabkan karena kita sebagai pemilik rumah kurang atau jarang beribadah. Bahkan tak pernah sekalipun membaca Al Quran di rumah.

Kita semua akan merasa gelisah dan tidak suka, jika rumah kita menjadi tempat singgahan setan. Karena Allah Ta’ala telah menetapkan, setan sebagai musuh yang sebenarnya bagi manusia. Sudah pasti tak ada keiinginan yang lebih besar dalam benak setan, kecuali menimpakan bahaya dan malapetaka kepada manusia, baik berkaitan agama ataupun dunia mereka.

Berikut adalah cara jitu untuk mengusir setan dari rumah kita :

1. Baca Surat Al Baqarah

© pixabay.com

Adapun senjata jitu untuk menangani hal itu adalah lebih seringlah, memperdengarkan atau membaca Al Quran di rumah. Dan membaca Surat Al-Baqarah adalah salah satu senjata jitu untuk mengusir setan dari rumah kita. Rasulullah ﷺ mengabarkan:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Jangan jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” [HR. Muslim no. 780, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ menjelaskan:

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Alquran adalah surah Al-Baqarah. Dan sesungguhnya setan jika mendengar surah Al-Baqarah dibaca, maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah.” [HR. Hakim, dinilai Hasan oleh Syaikh Albani]

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan sebab mengapa membaca surat Al-Baqarah dapat mengusir setan dari rumah kita :

“Setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Maksudnya adalah, jika kita membaca surat Al-Baqarah, maka setan akan lari keluar dari rumah kita dan tidak akan mendekat. Sebabnya, karena dalam Surat Al-Baqarah terdapat Ayat Kursi, nama-nama Allah, serta terkandung ayat-ayat yang dapat mengusir setan dan membekas pada diri mereka.” [Syarah Riyadhusshalihin 4/684]

Bagaimana Teknis Membacanya?

Tidak diharuskan dibaca dengan suara lantang. Membacanya dengan lirih, itu sudah mencukupi.

Demikian juga tidak disyaratkan supaya berkhasiat mengusir setan, atau harus dibaca selesai pada hari itu juga. Boleh dicicil setiap harinya.

Dan boleh dikhatamkan dengan cara dibagi beberapa orang. Masing-masing membaca jatahnya. Akan tetapi yang lebih utama, masing-masing membaca surat Al-Baqarah secara sempurna. 

2. Perbanyak Dzikir

© pixabay.com

Kiat berikutnya agar tidak diganggu setan adalah rajin berdzikir. Yang patut kita renungkan adalah ayat berikut :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5)

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-Naas: 1-5)

Dalam Al-Kalim Ath-Thayyib, Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa kita diperintahkan oleh Allah untuk berdzikir. Fungsi dzikir adalah seperti seseorang yang mengusir musuhnya dengan cepat. Sampai-sampai jika musuh itu datang pada benteng, maka akan terlindungi. Demikianlah fungsi dzikir bagi diri. Diri seseorang akan semakin terlindungi hanyalah dengan dzikir pada Allah.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika keutamaan dzikir hanyalah ini, tentu seorang hamba akan terus membasahi lisannya dengan dzikir pada Allah Ta’ala dan terus teguh dengan dzikir tersebut. Karena yang dapat melindunginya dari musuh (yaitu setan, pen.) hanyalah dengan dzikir. Musuhnya pun baru bisa menyerang ketika ia lalai dari dzikir. Musuh tersebut baru akan menangkap dan memburunya ketika ia lalai dari dzikir. Namun jika dirinya disibukkan dengan dzikir pada Allah, musuh tersebut akan bersembunyi, menjadi kerdil dan hina. Sampai-sampai ia seperti burung pipit atau seperti lalat (binatang kecil yang tak lagi menakutkan, pen.). Karenanya setan memiliki sifat waswasil khannas. Maksudnya, menggoda hati manusia ketika manusia itu lalai. Namun ketika manusia mengingat Allah, setan mengerut (mengecil).” (Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm. 83)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

الشَّيْطَانُ جَاثَمَ عَلَى قَلْبِ اِبْنِ آدَمَ فَإِذَا سَهَا وَغَفَلَ وَسْوَسَ فَإِذَا ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى خَنَّسَ

“Setan itu mendekam pada hati manusia. Jika ia luput dan lalai, setan menggodanya. Jika manusia mengingat Allah, setan akan bersembunyi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 13: 469-470, Adh-Dhiya’ dalam Al-Mukhtar 10: 367 dengan sanad yang shahih)

3. Menyelisihi tingkah laku setan

© pixabay.com

Contoh, menyelisihi tingkah laku setan dalam hal makan. Setan makan dengan tangan kiri, kita diperintahkan makan dengan tangan kanan.

Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)

Setan juga memberi dan menerima sesuatu dengan tangan kiri. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِيَأْكُلْ أَحَدُكُمْ بِيَمِينِهِ وَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ وَلْيَأْخُذْ بِيَمِينِهِ وَلْيُعْطِ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ وَيُعْطِى بِشِمَالِهِ وَيَأْخُذُ بِشِمَالِهِ

“Hendaklah salah seorang di antara kalian makan dan minum dengan tangan kanannya, juga mengambil dan memberi sesuatu dengan tangan kanannya karena setan itu makan dan minum dengan tangan kiri, begitu pula memberi dan mengambil sesuatu dengan tangan kiri.” (HR. Ibnu Majah no. 3266. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Setan tidak biasa tidur qailulah, yaitu tidur sebentar menjelang Zhuhur. Sedangkan kita diperintahkan untuk tidur qailulah. Disebutkan dalam hadits dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Tidurlah di tengah hari (qailulah) karena setan tidak tidur qailulah.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12 dan Akhbar Ash-bahan 1: 195 dari jalur Abu Daud Ath-Thayalisi. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 1647).

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan dan amalkan agar rumah yang kita tempati menjadi rumah yang nyaman dan jauh dari godaan setan. Semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.