Cara Membantu Anak Mengatasi Stres dan Menjalani Kehidupan dengan Lebih Bahagia

0
8

Stres adalah bagian dari siklus kehidupan seseorang. Hampir semua orang pernah mengalaminya, baik itu dewasa maupun anak-anak. Tingkatan stres pada anak biasanya tergantung pada usia mereka. Ada anak yang menunjukkan tanda dan gejala stres namun ada juga anak yang sama sekali tidak menunjukkan tanda apapun.

Berikut beberapa tanda umum stres pada anak berdasarkan usia mereka :

© pixabay.com

Usia Balita :

  • Merasa ketakutan
  • Menggigit atau memukul
  • Menarik rambut
  • Merasa lapar dan kekurangan makanan
  • Merasa cemas

Usia Prasekolah :

  • Merasa gelisah
  • Merasa cemas seperti akan berpisah
  • Menangis yang tidak terkendali
  • Susah tidur
  • Sering marah dan agresif

Usia Sekolah :

  • Sulit bersosialisasi dengan teman
  • Terlalu terikat hanya dengan satu teman
  • Susah jauh dari orangtua
  • Tidak mau terlibat dalam acara keramaian (seperti pesta ulang tahun teman)
  • Susah tidur
  • Sering marah
  • Sering menangis
  • Sering menggigit kuku

Jika anak mulai mengalami tanda-tanda di atas, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?

1. Jangan menambah stres

© pixabay.com

Jika Anda mengetahui ada hal yang dapat memicu stres pada anak Anda, lakukan hal terbaik untuk dapat mencegahnya. Evaluasi setiap situasi yang membuat stres. Selain itu, ajari anak untuk menghadapi stres dan situasi yang menekan. Berilah mereka pengertian bahwa apa yang sedang mereka alami adalah bagian dari kehidupan dan akan ada beberapa hal yang tidak sepadan.

2. Jadilah teman bersandar untuk anak Anda

© pixabay.com

Selain orang dewasa, anak-anak juga butuh bahu untuk bersandar dari setiap keadaan sulit yang mereka alami. Biarkan anak-anak menangis, mengeluarkan segala keresahannya, jangan berikan nasehat terlbih dahulu hingga mereka merasa tenang.  

Rahasia membesarkan anak-anak yang bahagia :

1. Mendengarkan

© pixabay.com

Berikan perhatian pada anak Anda dengan menjadi sahabat mereka. Lebih dekatlah dengan anak agar mereka merasa memiliki teman untuk bersandar dan mendengar keluh kesah mereka. Tanyakan selalu bagaimana hari mereka dan dengarkan jawabannya. Dengarkan nada suara mereka atau perhatikan bahasa tubuh mereka.

2. Perhatikan bahasa tubuh mereka yang stres

© pixabay.com

Menggigit kuku, memukul, menarik rambut, membenturkan kepala, kurang kontak mata, dan gelisah yang tidak biasa semuanya bisa menjadi tanda stres atau kecemasan. Bahkan jika anak Anda masih balita dan belum bisa berkomunikasi secara efektif. Balita hanya dapat mengungkapkannya dengan bahasa tubuh. Naluri Anda sebagai orangtua akan lebih peka untuk memahami mereka ketimbang orang lain.

3. Jauhkan anak-anak dari gadget

© pixabay.com

Seringkali bermain dengan gadget juga dapat menjadi penyebab stres pada anak. Jauhkan anak Anda dari gadget dan ajak mereka menikmati suasana lain dengan bermain di taman. Biarkan mereka berlarian, bermain trampolin, berjalan-jalan dan bebas mengekspresikan kebahagiaanya.  

4. Bantu Anak untuk mengkomunikasikan stres mereka

© pixabay.com

Ketika Anda mengajukan pertanyaan, biarkan mereka tetap terbuka. Jangan hanya menerima jawaban satu kata. Gunakan pertanyaan yang lebih luas seperti, “Bagaimana perasaanmu?” Atau “Apa yang ingin kamu lakukan kali ini?” Pertanyaan itu dapat membantu anak yang lebih besar membuka diri.

Jika Anda memiliki anak kecil, membantu mereka belajar tentang emosi dan menjelaskan bagaimana perasaan mereka, akan membantu Anda dan anak-anak. Perasaan bisa sangat besar bagi anak kecil, terutama jika mereka merasakan lebih dari satu perasaan pada suatu waktu. Mintalah anak Anda menggambar. Tanpa menyadarinya, mereka dapat menjelaskan perasaan mereka melalui seni mereka.

5. Jangan libatkan anak dalam masalah dewasa

© pixabay.com

Stres orang dewasa cukup berat pada orang dewasa, anak-anak tidak perlu menjadi bagian dari itu. Anak-anak tidak perlu mendengar tentang masalah Anda di tempat kerja atau masalah keuangan Anda. Mereka tidak perlu tahu Anda dan pasangan Anda sedang bertengkar.

Anda mungkin merasa bahwa anak Anda adalah teman Anda, tetapi mereka bukan teman Anda, jadi jangan curhat pada mereka dan membebani mereka dengan masalah orang dewasa, berapa pun usianya.

Jika Anda perlu mendiskusikan sesuatu dengan pasangan Anda, bank, penagih utang, guru, kepala sekolah atau kolega dan percakapan Anda mungkin berisi hal-hal yang tidak penting, lakukan percakapan Anda di luar dan jauh dari anak-anak.

Ini berlaku untuk percakapan telepon juga, jauhkan dari anak ketika Anda sedang menerima telepon.  Ingatlah bahwa anak Anda memiliki kemampuan menguping dan rasa ingin tahu yang besar.

Anak-anak yang kuat secara mental memiliki orangtua yang melakukan hal-hal ini  

1. Menghindarkan pengaruh stres dari luar

© pixabay.com

Ada banyak hal menakutkan di dunia saat ini yang terjadi di mana-mana. Dari pembunuhan hingga penculikan, perang hingga bencana alam, anak Anda terus-menerus terkena pengaruh luar yang mungkin membuat mereka stres. Jika anak Anda secara khusus dipengaruhi oleh berita atau artikel yang mereka baca secara online, cobalah untuk membatasi. Tonton berita setelah mereka pergi tidur atau sebelum bangun. Anda dapat membatasi waktu mereka untuk menonton TV. Hindari pula saluran tertentu yang mengandung iklan atau konten yang tidak pantas.

Berhati-hatilah dengan apa yang Anda perlihatkan untuk anak Anda. Meskipun Anda mungkin menganggapnya pantas atau isinya ringan, mereka mungkin tidak melihat hal yang sama. Sebagai orang dewasa, kita tahu bahwa mereka adalah aktor tetapi anak-anak sulit memahami konsep itu, bahkan dalam film kartun sekalipun.

2. Melindungi anak

© pixabay.com

Baru-baru ini banyak sekali permainan online yang dapat membahayakan anak-anak Anda. Anda harus lebih membatasi mereka dalam menggunakan internet. Permainan atau acara-acara horor juga kerap membuat anak stres dan merasa takut hingga berlebihan. Jauhkan mereka dari acara-acara seperti itu jika Anda tidak ingin menyesal, karena jika sudah terlanjur, Anda akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengembalikan mental mereka.  

3. Membiarkan anak menemukan sendiri solusi untuk mengatasi stres

© pixabay.com

Seringkali ketika Anda sedang berbicara dengan Anak Anda, mereka kerap menemukan cara tersendiri untuk menangani rasa stres mereka. Tanyakan pendapat anak Anda, apa yang dapat membantu mereka merasa lebih baik. Susun rencana permainan seru yang dapat dilakukan bersama-sama. Terlibat dalam solusi tidak hanya membantu anak Anda menghadapi stres mereka tetapi juga dapat memberikan lebih banyak wawasan tentang masalah ini. Jangan biarkan mereka terus-menerus lari dari stres. Bantu mereka menghadapinya dan bantu mereka untuk melewatinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.