Cara Membuat Struktur dan Rencana Bisnis yang Tepat

0
5

Jika Anda memiliki ide bisnis tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, inilah solusinya. Jika Anda memiliki startup yang berjalan sangat lambat atau mungkin membutuhkan modal ventura, artikel ini jawabannya.

Rencana bisnis adalah salah satu pengalaman belajar terbesar yang dapat dijadikan patokan oleh setiap pengusaha. Berlawanan dengan kepercayaan populer, rencana bisnis bukan untuk investor, mitra, atau bank. Ini adalah waktu khusus bagi wirausahawan untuk sepenuhnya memahami siapa mereka, kelayakan ide mereka, dan strategi yang akan mereka gunakan untuk mengubah impian mereka menjadi kenyataan yang menguntungkan. Ini mengingatkan saya pada kutipan terkenal ini :

Selama 12 tahun terakhir, saya telah menulis 11 rencana bisnis komprehensif. Saya telah menjalankan strategi dengan sukses dan saya bahkan telah mengumpulkan lebih dari $ 2,5 juta dengan mereka. Namun komprehensif tidak harus berarti panjang dan bertele-tele. Rencana bisnis tipikal saya adalah yang singkat namun tepat.

Berikut ini struktur dan rencana bisnis yang tepat untuk membantu Anda dalam bisnis :

1. Tinjauan perusahaan

© pixabay.com

Tentukan masalah pelanggan – Apa masalahnya dan bagaimana cara Anda mengatasinya?

Seperti apa bisnis Anda – Misi, visi, nilai-nilai inti, dan deskripsi bisnis Anda harus jelas.

Susunlah Tim Eksekutif – Bagian ini terdiri dari ; pemilik, eksekutif utama, investor, dan anggota dewan (jika ada).

Tentukan bagian tambahan pada bisnis Anda – Struktur staf saat ini. Sertakan freelancer, paruh waktu, dan posisi dekat di masa depan yang saat ini tidak terisi.

2. Strategi produk & operasional

© pixabay.com

Tinjauan Produk – Detail fisik, sumber, distributor, biaya berat, manufaktur, pengemasan, pengiriman, dan teknologi yang tepat untuk bisnis Anda.

Tinjauan Pelanggan – Demografi, psikografi, data, tren dan tolak ukur pasar.

Tinjauan Pemasaran – Pemasaran bisnis Anda harus jelas. Anda harus menganalisa mulai dari segi metrik yang akan dipantau, sosial, influencer, pemasaran online, iklan tradisional, dan strategi PR.

Analisis SWOT – Anda harus menganalisa tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi bisnis Anda.

3. Proyeksi keuangan & kebutuhan modal

© pixabay.com

Pantau Proyeksi Keuangan mulai dari 3, 6, dan 12 bulan – Termasuk pendapatan, pengeluaran, margin, dan laba bersih dari bisnis Anda.

Lingkungan Kompetitif – Sebutkan setidaknya tiga pesaing potensial bagi bisnis Anda, kekuatan dan kelemahan mereka.

Kebutuhan Modal (jika Anda mencari investor) – Berapa banyak uang yang Anda butuhkan? Hitunglah dengan tepat agar Anda tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Penggunaan Dana – Tepatnya bagaimana Anda akan menghabiskan uang investor (jika berlaku). Anda harus benar-benar mengelola keuangan bisnis Anda dengan baik, jika Anda tak ingin ada masalah dikemudian hari.

Exit Strategy – Kapan Anda ingin menjual dan kepada siapa (jika berlaku)?

Informasi Kontak – Bagaimana investor dapat menghubungi Anda? Hal ini penting agar bisnis Anda berjalan dengan lancar dan bisa mendapatkan investor dengan mudah.

Secara keseluruhan, rencana untuk bisnis Anda tidak boleh bertele-tele. Saya juga mendorong setiap pengusaha untuk memasukkan foto, kutipan, dan bahkan produk fisik dengan setiap presentasi rencana bisnisnya. Lakukan hal yang tepat dan cerdas untuk perkembangan bisnis Anda. Tentukan target dan rencana yang tidak berbelit-belit agar keseluruhan bisnis dapat berjalan dengan lancar. Semoga bermanfaat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.