Hindari Beberapa Bahasa Tubuh Ini Ketika Anda Menjalani Tes Wawancara Kerja

0
7

Persaingan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan di dunia kerja sudah tak dapat dielakkan lagi. Jika demikian, saat dipanggil untuk menjalani sesi wawancara kita juga harus mempersiapkannya dengan baik. Jangan salah, bahasa tubuh Anda (gesture) juga menjadi salah satu aspek penilaian dari pewawancara.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan saat menjalani sesi wawancara antara lain :

1. Menjabat tangan dengan lesu

© pixabay.com

Tahapan pertama saat Anda memasuki ruangan wawancara adalah berjabat tangan. Artinya, karakter Anda akan dinilai pertama kali dari cara Anda menjabat tangan pewawancara. Saat berjabat tangan, jangan sampai jabatannya terlalu lemah atau mencengkeram keras. Hal ini akan dinilai oleh pewawancara bahwa Anda adalah orang yang kurang percaya diri. Usahakan lap dulu tangan Anda sebelum memasuki ruangan, telapak tangan yang berkeringat akan dianggap sebagai kegugupan. Kecuali Anda memiliki sindrom telapak tangan yang berkeringat setiap saat, hal ini adalah suatu pengecualian. Anda bisa meminta maaf dan menjelaskannya di depan pewawancara saat ditanya soal kelainan ini.

2. Menopangkan dagu dengan tangan

© pixabay.com

Jangan melakukan gerakan ini. Menopangkan dagu hanya akan memberi anggapan bahwa Anda terkesan malas dan bosan pada sesi wawancara. Pewawancara akan menilai Anda adalah orang yang tidak serius dan gampang bosan dengan sesuatu.

3. Menatap dengan pandangan kosong

© pixabay.com

Sebelum memasuki ruangan wawancara, Anda mungkin sudah mengumpulkan keberanian untuk melakukan kontak mata sebanyak mungkin. Namun kenyataannya, Anda cenderung merasa tidak nyaman melakukan kontak mata dengan seseorang terlalu lama, termasuk saat wawancara kerja. Hal ini menyebabkan Anda terlalu sering berkedip, menatap ke segala arah dan salah tingkah. Cara Anda melakukan kontak mata yang terlalu lemah seperti ini hanya akan memperlihatkan rasa kurang percaya diri, gugup atau tidak siap. Sebaliknya, melakukan kontak mata berlebihan juga tidak baik karena menciptakan ketidaknyamanan bagi pewawancara. Sebenarnya, hanya cukup melakukan 60 persen kontak mata saja untuk memberi kesan bahwa Anda terlihat antusias. Usahakan jangan hanya menatap mata, cobalah fokuskan tatapan ke daerah segitiga bagian atas wajah yakni antara bagian alis kanan kiri dan hidung. Selain itu cobalah menahan tatapan pewawancara untuk satu hingga dua detik sebelum Anda pergi dari ruangan wawancara, terutama saat berjabat tangan. Tataplah mata pewawancara dan menyimak dengan baik apa yang ditanyakan atau disampaikan. Pandangan yang kosong menunjukkan Anda tidak mengerti atau tidak serius.

4. Jangan sekali-kali menyilangkan di depan dada, memasukkan dalam saku, atau melakukan gerakan tangan yang tidak sinkron dengan pertanyaan

© pixabay.com

Posisi telapak tangan saat Anda duduk di kursi saat wawancara juga penting untuk diperhatikan. Jika Anda menyilangkan tangan di depan dada, maka mereka akan menganggap Anda sedang melakukan perlawanan. Atau mungkin saja ada diantara Anda yang memasukkan telapak tangan ke dalam saku, hal ini menunjukkan sikap tidak bersahabat dan merasa terancam. Anda bisa mengakalinya dengan cukup menaruh telapak tengan Anda di sisi kursi atau ditumpuk manis di atas pangkuan sembari sesekali melakukan gerakan tangan untuk memperkuat pernyataan yang Anda sampaikan. Namun, hindari melakukan gerakan tangan yang berlebihan karena Anda bukan sedang main drama. Ketika kedua tangan Anda terbuka, maka Anda akan dirasa lebih dekat dan bersahabat.

5. Perhatikan posisi kaki juga dianggap sebagai pernyataan tersirat. Meski tidak terlalu terlihat dari pandangan pewawancara, tetap harus diperhatikan

© pixabay.com

Meski posisi kaki tidak terlalu terlihat oleh pewawancara, cobalah memposisikan kaki dengan baik. Buatlah posisi kaki Anda senyaman mungkin agar tidak mengganggu proses wawancara. Bisa jadi penempatan posisi kaki Anda belum nyaman dan terlihat baik sehingga membuat Anda bergerak-gerak untuk mencari posisi kaki yang nyaman. Posisi kaki yang dianjurkan adalah duduk dengan kaki lurus menyentuh lantai. Usahakan tidak menyilangkan kaki karena terlalu lama bertahan pada posisi ini akan membuat Anda kesemutan. Posisi kaki menyentuh lantai bisa membuat Anda lebih nyaman dan rileks. Satu hal yang terpenting adalah hindari gerakan menggoyang-goyangkan kaki karena pewawancara bisa menganggap hal ini sebagai bahasa tubuh seseorang yang sedang gugup berat.

6. Terlalu sering menganggukkan kepala

© pixabay.com

Mungkin Anda bermaksud menunjukkan bahwa Anda mengerti apa yang pewawancara sampaikan, tapi jangan sampai terlalu sering karena malah akan memberikan kesan Anda sebetulnya tidak mengerti apa-apa.

7. Jangan pasang wajah datar dan sulit tersenyum, jika tidak ingin dipandang negatif. Begitupun jika senyuman Anda terlihat palsu dan tidak tulus, berikan senyum sewajarnya

© pixabay.com

Senyum merupakan sinyal bahwa Anda adalah orang yang terbuka, hangat, penuh percaya diri dan penuh energi. Sebaliknya, Anda dianggap sebagai pemurung jika selalu menunjukkan wajah cemberut. Anda yang sulit untuk tersenyum dan hanya memasang wajah datar saat proses wawancara, akan dianggap sebagai orang yang kurang bersahabat, pesimis dan tidak menghargai pewawancara. Sebaliknya jika Anda terlalu murah senyum hingga kerap menunjukkan senyuman palsu justru hal itu akan membuat Anda terlihat tidak natural. Senyum palsu menciptakan kesan bahwa Anda adalah tipe yang suka berpura-pura, tidak percaya diri dan tidak terbuka. Senyumlah se-rileks mungkin dan tunjukkan bahwa senyuman Anda itu tulus. Tapi jangan tersenyum secara terus menerus juga karena akan membuat Anda terlihat kurang serius dan pecicilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.