Menjadi Ibu Yang Baik Untuk Anak

0
34

Ketika bersama anak pergi ketoko kelontong dan secara spontan anak mengambil barang di rak tanpa sepengtahuan kita, dan itu biasanya membuat kita spontan membentak atau memarahinya.

Itu hal biasa yang dilakukan para orang tua jika mengalami situasi seperti ini.

Membentak, memarahi dan bahkan memberi peringatan yang keras pada anak untuk memintanya menaruh barangnya kembali. Kenapa kita harus berteriak pada anak? Ya karena ini hal yang paling mudah dilakukan oleh ibu.

Faktanya memang sulit menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak Anda, Lalu bagiamanakah kiat yang baik menjadi ibu dalam mengasuh balitanya, mengingat  mengasuh anak balita adalah tugas luar biasa karena mereka adalah anak kecil yang sangat ingin tahu dan ingin mempelajari segala hal. Mereka menyentuh benda, menjilat benda, mencium, dan menyelidiki dengan segala cara apa pun yang mereka bisa. Rasa keingin tahuan mereka sangat besar, dan disaat seperti ini maka kita sebagai ibu akan berpikir keras bagaimana cara agar menjadi orang tua / ibu yang baik bagi balita .Tentu saja, Anda dapat bertanya kepada teman-teman Anda, tetapi gaya pengasuhan mereka dijamin berbeda dari Anda, belum lagi fakta bahwa anak mereka kemungkinan sangat berbeda dari anak Anda.

Atau, Anda dapat mulai melihat diri sendiri dan melihat bagaimana ANDA dapat mengubah diri menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak Anda.

1. Mulailah dari diri Anda sendiri

©pixabay

Dalam mencapai pola pengasuhan yang lebih baik sebaiknya semua dimulai dari Anda. Anda perlu melihat bagaimana Anda bereaksi terhadap perilaku anak Anda, baik dan buruk. Sikap dan perilaku Anda terhadap balita Anda. Apakah Anda selalu menentang kemauan anak dengan mengatakan bahwa itu salah, tidak benar dengan kata yang keras bukan malah mengarahkan atau memuji mereka.

Mulailah dari diri Anda sendiri untuk belajar memuji anak Anda meskipun kadang mereka melakukan hal yang ‘salah. Mengingat umur mereka yang masih balita mereka hanya butuh pujian dan sanjungan dari Anda sebagai rang tua. Jika mereka salah maka kita harus bisa mengingatkan dengan sebuah senyuman dan kelembutan.

2. Jangan takut

© stocksy.com

Perlu diingat bahwa semua ada masanya, begitupun balita Anda. Tanpa kita sadari mereka akan tumbuh menjadi sesosok anak yang sudah besar. Sebelum kita kehilangan masa kecil anak maka alnagkah lebih baiknya kita sama- sama belajar menjadi orng tua yang baik bagi balita kita. Saya mencoba beberapa cara agar mendapat tips yang baik cara mengasuh balita sesuai agar mereka bisa tumbuh kembang menjadi anak sesuai harapan kita. Tanpa harus membentak dan berbicara keras pada mereka tapi bisa menjadikan pribadi anak menjadi lebih baik.

3. Belajar menjadi ibu yang lebih baik

© salamislam.com

Sekarang kita hidup di masa dimana teknologi telah menjadi faktor pendorong dalam kesibukan kita. Terkadang kita lebih sibuk dengan Handphone kita dibanding bersama dengan anak, sulit rasanya bagi kita yang mungkin tanpa sadar sudah kecanduan dengan dunia maya. Tapi demi si balita yang membutuhkan kehadiran kita sebagai orang tuanya maka yang menjadi prioritas kita sekarang adalah menyediakan waktu lebih lama untuk mereka ketika kita berada dirumah atau ketika kita sedang bersama mereka. Jangan pernah sia-siakan waktu kita hanya untuk bermain handphone saja. Ingatlah betapa berharganya waktu bersama keluarga dan anak.

Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan dirumah sedangkan waktu anak kita ingin bersama dengan kita maka kita bisa mengajaknya untuk membantu. Biarkanlah anak Anda ikut membantu dalam mengerjakan tugas, karena mereka akan merasa ikut dilibatkan dan ini akan membuat mereka senang sekaligus mengerti kesibukkan Anda. Libatkan mereka dalam beberapa pekerjaaan ringan(meskipun terkadang mereka akan membuat berantakan) dan dengan beri sedikit arahan/pengertian pada mereka. Jangan melarang mereka tapi nasihatilah dengan halus jika anak melakukan kesalahan.

4. Letakkan ponsel Anda

© andyliejackson1992.wordpress.com

Ini yang paling sulit dilakukan ketika awal-awal memulai hal tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak lagi terganggu dengan bunyi  ponsel atau bahkan keinginan untuk membukanya?

Lakukanlah kegiatan bersama balita Anda, banyak yang bisa kita lukukan dengannya. Membaca buku diruang keluarga sambil menemaninya bermain, atau ikut bermain bersamany, jujur inilah waktu paling ,membosankan bagi kita tapi waktu paling berharga untuk anak. Alihkan pandangan kita dari ponsel, dengan kita terbiasa main bersama anak maka lambat laun kita akan terbiasa tanpa ponsel jika kita sedang bersama balita kita. Ingatlah bahwa Anda juga tidak ingin jika anak Anda menjadi pecandu ponsel karena itu sangat-sangat tidsk baik bagi perkembangnya.

5. Terlibat bermain dengan mereka

© spectrumnews.org

Dengan menyertakan diri ikut terlibat bermain bersama dengan balita kita, maka secara tidak langsung kita sudah membiasakan diri untuk jauh dari ponsel sekaligus membangun kedekatan dengan anak. Ajak mereka bermain sesuai dengan keinginan mereka, dengan mengajaknya bejalan-jalan sambil menunjukkan berbagai macam pohon atau barang dan tumbuhan yang dilewati. Seru bukan melakukan hal ini bersama mereka dan ini akan menjadi kenangan terindah bagi balita kita. Esok pasti ia akan mengajak jalan-jalan kembali maka lakukanlah dengan jalan dan tempat yang berbeda.

6. Anak-anak Anda hanya ingin waktu dan perhatian Anda.

© dissolve.com

Mereka ingin tahu bahwa Anda cukup peduli tentang mereka untuk sekedar duduk dan membaca buku bersamanya diteras.

Luangkan waktu anda semaksimal mungkin untuk membacakannya.

Andajuga bisa  meningkatkan kemampuan baca tulis anak Anda dengan membacanya sejak usia sangat muda.

Jika Anda mencari beberapa kegiatan indoor yang menyenangkan untuk anak-anak, maka pilihlah tempat khuhus untuk balita.

7. Berilah pilihan pada balita Anda

© lifestyle.okezone.com

Membiarkan mereka memilih dalam keadaan yang terkontrol. Misalnya, di rumah kami untuk makan siang, saya membiarkan anak-anak saya memilih. Saya daftar pilihan mereka dan saya membiarkan mereka memilih apa yang mereka inginkan.

Jangan pernah menolak keinginan anak tapi beri tahujika memang itu tidak benar. Tetap beri mereka kebebasan dalam mengungkapkan keinginan dan memilih apa yang mereka inginkan.

8. Ucapan terimakasih dan pelukan

© 123rf.com

Tentunya ada saat ketika anak Anda melakukan sesuatu dengan benar atau TIDAK melakukan hal yang salah. Itulah saat-saat Anda ingin memuji anak Anda. Hargai apapun yang telah mereka kerjakan misal sudah membantu kita merapikan tempat tidur, maka tugas kita adalah memberinya pujian dan pelukan, dengan begitu anak akan termotivasi untuk melakukanya lagi karena merasa dihargai.

Perlakuan yang demikian akan membuat anak merasa bahagia.

9. Hadiah

© womantalk.com

Berikan hadiah pada anak jika mereka telah menyelesaikan tugasnya / karena mereka sudah mau membantu pekerjaan kita, berikan mainan kesukaan atau makanan yang ia sukai sebagai hadiah. Tidak perlu sering memberikannya cukup sesekali saja, itu akan membuat mereka tau bahwa tidak harus mendapat hadiah jika ingin membantu/ jika mereka membantu maka akan mendapatkan hadiah. Berilah hanya beberapa bulan sekali saja.

Belajar memang butuh waktu dan proses maka mulailah dari diri Anda sendiri. Gunakan waktu luang dirumah untuk bersama anak mulai dari bermain dan belajar bersama. Kita tidak akan bisa melakukannya jika tidak ada keinginan yang kuat dalam hati, yakinkan diri bahwa kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak demi masa depannya karena kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.