Pentingnya Mengajarkan Anak Tentang Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Sejak Dini

0
6

Sebagian besar orang tua lebih suka memberikan uang jajan kepada anak-anak mereka secara harian. Alasannya cukup sederhana, sebab para orangtua belum merasa yakin dengan kemampuan anak untuk mengelola uang, saat mereka mendapatkan uang jajan bulanan. Padahal jika Anda membiasakan anak dengan uang jajan bulanan, ada banyak sekali manfaat yang akan dirasakan pada diri anak.

Pengelolaan keuangan menjadi materi yang amat penting bagi masa depan anak. Karena dari dukungan orangtua melalui pembelajaran tersebut, Anda dapat menanamkan pandangan bahwa hidup tak hanya untuk hari ini saja. Masih ada hari esok yang juga membutuhkan pengeluaran. Sehingga, bijaksana dalam mengatur uang perlu diajarkan sejak dini agar masa depannya terhindar dari kesulitan finansial. Itulah manfaat jangka panjang dalam mengajarkan anak tentang pengelolaan keuangan.

Berikut adalah cara mengajarkan anak agar dapat mengelola keuangan sejak dini :

1. Kenalkan konsep kebutuhan & keinginan

© Gambar oleh Nathan Legakis dari Pixabay

Anak-anak sering menangis dan tak jarang menjadi tantrum saat keinginannya tidak dipenuhi oleh orangtua. Biasanya hal ini terjadi ketika orangtua mengajak anak keluar, misalnya ke mall untuk belanja bulanan. Ketika melihat mainan, makanan ringan atau benda lain yang menarik hatinya, anak-anak jadi keras kepala dan tak mengindahkan berbagai bujukan orangtua agar tak membeli keinginannya tersebut. Mereka akan mogok di jalan, tak mau diajak pulang dan tak mau berhenti merengek hingga keinginannya dipenuhi. Karena kita kesal dan malu, kita putuskan untuk memenuhi kemauannya. Padahal, kita tahu bahwa makanan ringan yang diinginkan tak baik untuk kesehatannya, minggu kemarin sudah beli mainan atau benda yang menarik hatinya itu tak begitu dibutuhkan. Namun, apabila Anda mengajarkan mereka tentang konsep pengelolaan keuangan, anak-anak tidak akan menangis secara berlebihan. Mereka akan berusaha bernegosiasi dengan orangtuanya mengenai waktu yang tepat untuk mendapatkan benda yang diinginkan.

2. Hindarkan anak dari perilaku konsumtif

© pixabay.com

Dewasa ini perilaku konsumtif seolah menjadi hal yang lumrah. Orang-orang cenderung memenuhi keinginannya tanpa batas, padahal benda atau jasa tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Perilaku ini muncul karena beberapa sebab, diantaranya, ingin memanjakan diri, memenuhi ekspektasi orang lain agar tidak dianggap out of date, menunjukkan status sosial dan yang lebih parah lagi adalah karena mereka tak memiliki prinsip finansial jangka panjang.

Jika tidak diimbangi dengan investasi yang baik, efek buruk dari memenuhi keinginan tanpa mengimbangnya dari sisi kebutuhan dan manfaat adalah pendapatan akan cenderung rendah. Sehingga, orang-orang yang terbiasa konsumtif akan melupakan kebutuhan di masa datang yang justru lebih penting.

Alhasil, kemampuan finansial mereka pun akan terganggu. Jika sudah tak mampu menutupi kebutuhan, biasanya mereka mengandalkan dana pinjaman dimana dana pinjaman ini akan berbunga dan terus menggerogoti kapasitas finansial. Jadi, manfaat cara mengajari anak tentang uang adalah menjauhkan anak dari perilaku konsumtif yang membahayakan kemampuan finansialnya di masa depan. Karena sejak dini, anak-anak akan belajar bagaimana memanfaatkan uang dengan tepat sehingga kebutuhan utama terpenuhi terlebih dahulu. Sedangkan, keinginan itu hanya bersifat sebagai pemuas setelah kebutuhan terpenuhi dengan baik.

3. Ajarkan mereka tentang 3 fungsi utama uang

@Gambar oleh Nattanan Kanchanaprat dari Pixabay

3 fungsi utama uang yang perlu diketahui oleh anak-anak adalah berbelanja, menabung dan berbagi. Dengan melatih pengelolaan uang, anak-anak akan belajar ketiga fungsi uang sekaligus. Bagaimana mengelola uang dengan tepat, sehingga manfaatnya tidak sekedar mampu membeli sesuatu, tapi juga berfungsi untuk simpanan masa depan dan berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Apabila anak mengenal 3 fungsi utama uang sejak dini, maka mereka mampu mengambil keputusan tepat terkait masalah finansial ketika dewasa nanti.

4. Ajarkan mereka menyimpan uang untuk masa depan

© pixabay.com

Anda juga bisa dengan mudah mengajarkan anak-anak tentang konsep menabung untuk masa depan. Ajarkan kepada mereka bahwa menabung atau menyisihkan sebagai uang bulanan bisa membantu mereka mencapai tujuan keuangan di masa depan. Katakan bahwa dengan menabung, mereka bisa menggunakan uang yang disimpan untuk membeli pakaian baru, membeli mainan baru, membeli konsol permainan, dan lain sebagainya. Ajarkan kepada mereka untuk belajar menunda kesenangan dan membiasakan menabung sejak dini dari uang jajan yang diberikan.

5. Ajarkan mereka tanggung jawab

© pixabay.com

Uang jajan yang diberikan setiap bulan bisa membantu Anda mengajarkan anak-anak untuk belajar bertanggung jawab. Jika mereka memboroskan uang jajan yang diberikan, maka konsekuensinya merek tidak akan memiliki uang pada hari selanjutnya. Jika mereka berhemat dan tidak berlebihan saat menggunakan uang, maka mereka bisa menabung sebagian uang jajan yang nantinya bisa bermanfaat untuk membeli barang yang diinginkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.