Pro dan Kontra Menjadi Guru Sekolah Swasta

0
61

Banyak orang mengira bahwa pendidikan di sekolah, baik swasta maupun negeri mempunyai pola dan sistem yang sama. Namun pada nyatanya, banyak juga orang yang memiliki pemikiran pro dan kontra terhadap pengajaran di kedua jenis sekolah tersebut. Misalnya saja pada sekolah negeri, kebanyakan orang menganggap sekolah negeri memiliki predikat buruk, sering kekurangan tenaga pendidik bahkan lulusan sekolah negeri tidak terlalu bisa diandalkan. Berbeda dengan sekolah swasta yang sebagian banyak orang berpikir lebih baik karena sekolah itu lebih mengutamakan pendidikan yang benar-benar serius, setara dengan biaya di sekolah tersebut yang tergolong cukup mahal.  

Lalu bagaimana dengan pekerjaan guru di kedua jenis sekolah tersebut? Tentunya banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi guru sekolah negeri dengan jaminan gaji dan masa depan yang cerah. Di sisi inilah pekerjaan guru swasta dipertanyakan.

Berikut akan dijabarkan tentang pro dan kontra menjadi guru swasta :

Pro:

© freepik.com

1. Guru swasta memiliki kebebasan dalam membuat kurikulum dan rencana pelajaran.

Guru sekolah swasta umumya tidak terikat dengan pedoman khusus atau kurikulum yang sudah ketinggalan zaman. Mereka memiliki lebih banyak kebebasan daripada guru sekolah umum. Mereka juga bisa menambahkan beberapa kreativitas ke dalam pelajaran sehari-hari dan mengajarkan standar sesuai keinginan mereka.

2. Ukuran kelas cenderung jauh lebih kecil.

Guru swasta tidak memiliki 50 siswa dengan gaya belajar, IEP, modifikasi, dan akomodasi yang berbeda-beda, semuanya dijejalkan ke dalam satu perangkat portabel mungil. Ukuran kelas jauh lebih kecil dan sangat memungkinkan guru untuk mengembangkan hubungan yang fantastis dengan siswa mereka. Di kelas biasanya hanya berisi 20 anak, sehingga para guru benar-benar bisa mengenal anak-anak mereka. Dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh guru yang memiliki murid 50 lebih seperti di sekolah negeri. 

3. Mereka umumnya tidak memiliki tes negara sebanyak guru sekolah umum.

Ya, masih ada tes yang harus dilakukan, dan ya, masih ada saat-saat ketika mereka harus mempersiapkan siswa untuk ujian yang akan datang. Namun, tes atau jadwal harian sedikit berbeda dari sekolah umum. Dan, yang paling penting, pekerjaan mereka tidak terkait erat dengan bagaimana siswa melakukan tes tersebut. Sekolah-sekolah swasta masih menggunakan data ini untuk menginformasikan praktik mengajar, tetapi ini bukanlah akhir dari semuanya, hanya untuk karier mengajar mereka.

4. Keamanan pekerjaan.

Guru sekolah swasta tidak mendapatkan SK guru sejak awal dalam karir mereka seperti di sekolah negeri. Mereka sudah dijamin akan bekerja di sana. Seluruh aturan “masuk pertama, keluar pertama” tidak benar-benar berlaku.

5. Masalah kedisiplinan tidak terlalu ketat dibanding sekolah negeri.

Secara umum, tidak peduli seberapa buruk perilaku guru sekolah swasta terhadap beberapa siswa mereka. Dengan kombinasi kebijakan disiplin yang lebih ketat, budaya sekolah tradisional, dan banyak faktor pendukung lainnya, sekolah swasta cenderung memiliki lebih sedikit anak yang suka memberontak.

Kontra :

© freepik.com

1. Gaji.

Guru di beberapa sekolah swasta tidak memiliki jadwal gaji yang tetap dan kadang-kadang tidak bisa menikmati kenaikan gaji tiap tahun. Kesenjangan gaji antara guru swasta dan negeri pun makin kentara dari waktu ke waktu.

2. Orang tua adalah klien utama Guru Swasta.

Inilah yang paling berat. Setiap guru swasta merasa bahwa orangtua murid adalah seorang raja, dan guru sendiri adalah seorang petani yang harus tunduk pada rajanya. Di sini, orangtua memiliki wewenang penuh atas diri seorang guru swasta dan sekolahnya. Mereka para guru swasta harus terus bersikap baik pada murid dan orangtua murid, karena mereka merupakan donatur gaji mereka.

3. Guru swasta harus melakukan publisitas untuk sekolahnya.

Guru swasta harus berpikir keras untuk mempromosikan sekolah mereka. Entah dengan membuat promosi atau sebuah pertunjukkan untuk menarik minat orang luar agar tertarik dengan sekolah swasta.

4. Guru swasta dituntut untuk melakukan tugas lebih tanpa gaji tambahan.

Terkadang dengan kualitas pendidikan yang diajarkan oleh guru swasta, tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. Guru swasta, walaupun mereka bekerja di luar batas waktu mengajar, mereka tidak akan mendapatkan tambahan gaji untuk itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.