Setiap Keluarga Memiliki Karakteristik yang Berbeda

0
46

Keluarga seharusnya menjadi lingkungan paling nyaman untuk setiap orang. Kehangatan di dalamnya akan membuat seseorang selalu merasa betah jika berlama-lama menghabiskan waktu dengan keluarga. Apapun kondisinya, entah ia sedang susah atau bahagia, keluarga menjadi labuhannya untuk berbagi. Namun tak banyak orang beruntung yang memiliki keluarga hangat. Beberapa orang mengahadapi kenyataan bahwa keluarganya tak sehangat yang ia inginkan. Jangankan untuk dekat dengan setiap anggota keluarga, untuk saling perhatian saja menjadi hal sangat sulit, sebab anggota keluarganya selalu bersikap acuh terhadap satu sama lain.

Tidak ada kebersamaan, canda, keharmonisan akan membuat suasana rumah seperti neraka bagi seseorang. Tak ada rasa saling pengertian, rasa cinta, rasa saling bantu-membantu antar sesama, suport untuk apapun yang sedang dihadapi juga akan membuat seseorang merasa terabaikan dan merasa ia hanya berjuang sendiri tanpa ada orang peduli terhadapnya.  

Untuk itulah dalam sebuah kelurga sangat diperlukan rasa saling cinta dan sayang. Keharmonisan harus dibina demi keutuhan dan kerukunan antar anggota keluarga. Selain itu, faktor waktu juga menjadi pendukung yang hebat dalam terbinanya keluarga yang hangat. Jika setiap anggota keluarga lebih memilih meninggikan ego tanpa mau menyediakan waktu luang untuk kebersamaan, kehangatan dalam keluarga pun tidak akan pernah terwujud dan hanya menjadi impian belaka.

Akan banyak sekali masalah yang ditimbulkan nantinya. Mulai dari pertengkaran, kesalahpahaman, dan ketidak nyamanan. Jika hal itu terjadi, maka arti keluarga bagi seseorang pun akan memudar. Sebagai contoh, dalam lingkungan keluarga yang dihuni oleh orangtua dan kedua anaknya. Dalam kesehariannya, orangtua begitu sibuk bekerja tanpa meluangkan waktu untuk sekadar bersama anak-anaknya. Bisa dibayangkan, kejenuhan akan meliputi sepasang suami istri itu. Semua yang dijalani hanya akan berimbas pada aktivitas monoton yang sangat membosankan. Dan apa efeknya untuk anak-anak bereka? Pastinya ke dua anak itu akan tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian. Tidak ada didikan agama, tidak ada didikan rasa saling cinta, dan perhatian antar sesama anggota keluarga.

Kebanyakan para orangtua hanya berpikir, dengan mereka giat bekerja dan menghasilkan materi berlimpah akan membuat anak-anak mereka berkecukupan. Dengan demikian tugasnya di dalam keluarga telah usai. Langkah selebihnya hanya akan diambil alih oleh para guru yang mendidik anak mereka di sekolah formal. Dan lagi-lagi para orangtua menganggap tugasnya selesai karena telah memberikan pendidikan yang cukup bagi anak mereka.

Lantas bagaimana dengan didikan karakter dalam keluarga? Faktor psikologi dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan terbinanya keluarga harmonis?

Semua dilupakan, padahal pondasi terkuat dari keluarga adalah agama dan orangtua, terutama Ibu.

Sangat perlu disyukuri bagi orang yang sudah memiliki keluarga harmonis sesuai dengan impian banyak orang. Kehangatannya harus selalu dijaga dan jangan sampai tercerai-berai. Bagi orang yang belum beruntung, ia juga tidak perlu menyalahkan takdir karena harus tumbuh di keluarga yang kurang harmonis. Ia hanya perlu bersyukur atas ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala padanya. Selain itu, ia juga harus menumbuhkan kiat untuk mengubah karakter dalam keluarganya agar bisa menjadi keluarga yang hangat.

Pendidikan agama dalam keluarga juga perlu perhatiakan. Melandasi setiap anggota keluarga dengan rasa iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala juga sangat penting.

Berikut kriteria keluarga harmonis menurut Islam yang dapat kita jadikan patokan :

1. Keluarga Sakinah

© freepik.com

Keluarga yang sakinah adalah suatu keluarga yang memiliki ketentraman dan ketenangan didalamnya, meskipun demikian bukan berarti keluarga sakinah atau keluarga harmonis tidak pernah mengalami perbedaan pendapat maupun konflik didalamnya.

2. Keluarga Mawaddah

© freepik.com

Keluarga yang mawaddah artinya keluarga yang penuh dengan rasa cinta. Banyak keluarga yang hidup tanpa rasa cinta dan akhirnya keluarganya hancur. Rasa cinta adalah salah satu hal yang menjadi landasan memiliki keluarga yang harmonis.

3. Keluarga Rahmah

© freepik.com

Rahmah berarti kasih sayang dan keluarga yang rahmah adalah keluarga yang penuh dengan kasih sayang. Dengan rasa kasih sayang ini akan senantiasa membuat mereka saling mengasihi. Tidak hanya itu, jika terjadi masalah antar anggota keluarga dan membuat salah satu diantara mereka kesal, rasa kasih sayang akan mengingatkan mereka bahwa baik satu sama lain sudah berusaha melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Kasih sayang juga bisa menghilangkan rasa marah dan kesal yang berlebihan sehingga masalah di dalam keluarga bisa diatasi dengan baik.

Perlu diingat, bagaimanapun keadaan keluarga kita dan seperti apa mereka, mereka tetaplah keluarga kita. Keluarga selamanya akan selalu menjadi keluarga, dan merupakan bagian dari diri kita. Sebab ikatan darah di antara keluarga tak bisa diputuskan, seperti halnya ikatan pertemanan atau pernikahan. Bersyukurlah karena kita masih punya keluarga!

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.