Stop Membentak Anak! Berikut Tips Jitu Membuat Anak Disiplin Tanpa Dibentak

0
51

Bagaimana cara kita mendisiplinkan anak tanpa membentak?

Sebagai orangtua, tak jarang kita mengalami hal-hal sulit. Rutinitas kesibukan yang terus menghantui pun kadang membuat kita menjadi tidak sabar dalam mendidik anak. Anak pun menjadi susah di atur. Jangankan untuk menerapkan kedisiplinan, menyuruh mereka untuk diam sejenak dan tidak rewel menjadi pekerjaan yang sulit. Lalu yang bisa kita lakukan hanyalah membentak, berteriak agar mereka mau mengikuti apa yang kita mau. Lantas, benarkan cara mendidik yang seperti itu?

Membentak anak dapat berakibat fatal bagi psikologis mereka. Teriakan kita hanya akan membuat anak semakin susah untuk di atur. Bahkan efek buruknya, kebiasaan kita dalam berteriak pun dapat ditiru oleh mereka, karena anak adalah peniru yang ulung. Sebaiknya para orangtua mengoreksi kembali cara mendisiplinkan anak. Jangan sampai apa yang kita lakukan justru merusak anak-anak kita.

Apa itu parenting positif?

© pixabay.com

Parenting positif dikenal juga sebagai disiplin postif. Di sini kita akan menerapkan pendidikan anak yang dirancang khusus untuk mengajar dan membuat perilakunya positif. Semisal anak melakukan perilaku yang buruk, kita tida akan menghukumnya dengan hal-hal yang buruk. Singkatnya, disiplin positif melibatkan penetapan batas wajar untuk anak-anak dan membimbing mereka untuk menghadapi situasi ketika mereka melakukan perbuatan buruk.

Mengapa parenting positif sangat dianjurkan

© pixabay.com

Pola asuh positif didasarkan pada konsep penguatan positif. Sementara penguatan dalam bentuk apa pun membantu dalam mengajar anak-anak tentang bagaimana berperilaku dengan tepat. 

Teknik disiplin positif ini telah terbukti, dan menimpulkan efek positif :

  • Membuat hubungan kolaboratif antara orang tua dan anak
  • Meningkatkan harga diri anak
  • Membuat interaksi positif antara orang tua dan anak
  • Mendorong anak-anak untuk membuat pilihan dan keputusan yang baik
  • Meningkatkan kepercayaan antara orang tua dan anak

Berikut 6 Tips Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Membentak :

Perjelas aturan dan harapan

© pixabay.com

Ketika belajar bagaimana mendisiplinkan anak tanpa membentak, salah satu tips terbaik adalah dengan jelas menguraikan aturan yang Anda miliki untuk anak Anda sehingga ia tahu persis apa yang diharapkan darinya, dan tahu konsekuensi yang harus dihadapinya ketika anak melanggar aturan yang Anda terapkan. Semakin mudah aturannya, dan semakin konsisten anda memperkuatnya, semakin mudah bagi anak-anak Anda untuk memenuhi harapan anda.

Batasi reaksi Anda

© pixabay.com

Ketika anak Anda berperilaku tidak sopan, pastikan untuk mengambil nafas 5 menit sebelum anda bereaksi. Pastikan anak Anda berada di tempat yang aman, lalu lepaskan diri dari situasi ini dan tarik napas dalam-dalam. Pikirkan situasi yang terjadi dan reaksi Anda terhadapnya. Apakah anak Anda berperilaku tidak pantas, atau apakah ia merasa kewalahan? Apakah Anda terganggu? Apakah perilakunya hanya ingin merebut perhatian anda? Apakah anak anda membuat Anda marah, atau ada hal lain yang membuat Anda marah? Akankah memukul anak akan menghilangkan emosi anda? Mempertimbangkan hal-hal ini akan membantu meletakkan segala sesuatunya dalam perspektif sehingga Anda dapat bereaksi dengan tepat.

Berpikirlah sebelum berbicara

© pixabay.com

 Ketika anak melakukan kesalahan yang membuat Anda marah. Cobalah untuk diam sejenak, jangan pernah keluarkan kata-kata jahat yang akan menyakiti anak. Pikirkan, jangan sampai apa yang Anda katakan pada anak akan menjadikan penyesalan untuk Anda. Hukumlah anak dengan hukuman yang selaras dengan kesalahannya.

Tetap tenang

© entrepreneur.com

Buat hati Anda tetap tenang pada saat anda emosi pada anak. Luangkan waktu sejenak dan biarkan anak melakukan apa yang membuatnya tenang juga. Biarkanlah pikiran Anda tenang dengan cara menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif untuk membuang amarah anda.

Mendiskusikan masalah

© pixabay.com

Setelah situasi yang sulit berlalu dan semua telah kembali ke keadaan tenang, cobalah berdiskusi dengan anak untuk menyelesaikan masalah. Ajak anak berbicara tentang mengapa ia melakukan kesalahan itu. Jangan lupa, pelankan nada biacara Anda. Tanya pada anak, apa di sekolah ada yang membuat dia kesal? Apa ada sesuatu yang terjadi di sekolah? Apakah dia kekurangan waktu kebersamaan dengan anda? Buat si anak terbuka dan mengakui alasan mengapa ia melakukan hal buruk.

Mulai lagi

© pixabay.com

Setelah emosi besar terlewatkan, sebaiknya anda menjauh selama beberapa menit dari si anak. Jika anak melakukan perilaku yang buruk, beri dia kesempatan untuk melakukan sesuatu. Jika semua telah membaik, sapa kembali dia dengan rasa seolah tidak pernah terjadi apa-apa dan ajak ia kembali tertawa. Jangan takut untuk membuat latihan ini menyenangkan. Tertawa sering kali merupakan obat terbaik. Selain Anda bisa menemukan cara agar anak belajar dari situasinya, melupakannya emosi akan membuat Anda menjalani hari-hari dengan positif.

8 Teknik Disiplin Positif yang Berhasil

1. Gunakan bagan ABC

© pixabay.com

ABC, atau Antecedent-Behavior-Consequence Chart adalah teknik pengasuhan positif yang luar biasa yang dapat Anda gunakan untuk melacak hal-hal yang terjadi sebelum dan sesudah perilaku tertentu terjadi. Membuat upaya sadar untuk menggali lebih dalam perilaku anak. Setiap kali perilaku yang tidak diinginkan terjadi, luangkan waktu untuk menuliskan ABC perilaku tertentu :

Anteseden: Peristiwa yang terjadi sebelum perilaku terjadi.

Perilaku: Respons anak Anda terhadap anteseden.

Konsekuensi: Apa yang terjadi setelah perilaku baik mendorong / menghambat pengulangan situasi.

2. Kembangkan aturan rumah

© houserules.7plus.com.au

Luangkan waktu untuk melakukan brainstorming tentang perilaku yang paling banyak dilakukan anak. Kemudian kumpulkan daftar aturan yang Anda harap dapat dia patuhi setiap hari. Buat daftar ini relatif singkat (bertujuan untuk 5-10 item).

Saya tidak teriak-teriak
Saya tidak berbuat gaduh
Saya mengucapkan‘tolong’ dan ‘terima kasih’
Saya merapikan mainan yang berantakan
Saya tidak menyela ketika seseorang berbicara
dll

Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Anda juga dapat memajang tulisan-tulisan tersebut di ruangan yang sering digunakan anak.

3. Gunakan penguatan positif dan negatif

© pixabay.com

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penguatan adalah teknik luar biasa untuk mendorong perilaku yang tepat pada anak-anak. Penelitian cenderung menyarankan bahwa penguatan positif dengan memberi hadiah kepada anak ketika dia menyelesaikan perilaku baik dapat membuat anak untuk lebih sadar dan tidak mengulangi kesalahan lagi.

4. Bersikaplah konsisten

© baylorbarbee.com

Jika Anda belum menemukan jawabannya, konsistensi adalah kunci dalam dunia pengasuhan yang luar biasa. Ketika Anda mengikuti apa yang Anda katakan, anak Anda akan tahu bahwa aturan dan harapan yang Anda tetapkan tidak sesuai untuk negosiasi. Mungkin hal itu akan membuat Anda ingin menyerah ketika berada dalam panasnya momen, tetapi semakin konsisten Anda, semakin sukses anak anda.

5. Tawarkan pilihan

© t4.ftcdn.net

Salah satu teknik pengasuhan positif yang lain adalah meningkatkan persepsi tingkat kontrol anak dengan menawarkan pilihan. Strategi ini dapat digunakan pada waktu makan, saat melakukan pekerjaan rumah tangga, dan di dalam kelas. Dengan memberdayakan anak untuk membuat keputusan sendiri melalui strategi pilihan, ia akan merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk berpartisipasi.

6. Tetap berpegang pada rutinitas yang dapat diprediksi

© pixabay

Bukan rahasia lagi kalau anak-anak berkembang dengan rutin. Orang tua sering mengeluh bahwa anak-anak mereka bertindak lebih pada akhir pekan dan liburan sekolah, tetapi sedikit yang menyadari kurangnya struktur dan konsistensi adalah penyebab dari perubahan perilaku ini. Membuat jadwal harian dan berpegang teguh pada itu tidak hanya akan membantu anak Anda merasa lebih memegang kendali, tetapi juga akan membuatnya siap untuk kesuksesan jangka panjang dengan menunjukkan keterampilan organisasi dan manajemen waktu yang tepat. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari menerapkan rutinitas harian, Anda harus mematuhinya sepanjang waktu – bahkan di akhir pekan, dan liburan sekolah.

7. Pilihlah konsekuensi alami dan logis

© pixabay.com

Tidak seperti hukuman, yang bertujuan membuat anak menderita sebagai pembalasan atas perilaku yang tidak pantas. Konsekuensi, menawarkan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dari kesalahan mereka. Pilihan yang jauh lebih baik adalah menggunakan konsekuensi alami dan logis. Konsekuensi alami adalah konsekuensi yang terjadi karena perilaku atau tindakan anak (yaitu jika anak menolak makan, dia akan merasa lapar), sementara konsekuensi logis dirancang untuk membantu anak-anak mengganti perilaku buruk dengan perilaku yang lebih tepat (yaitu jika seorang anak gagal dalam ujian, ia diharuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktu belajar). Konsekuensi alami cenderung lebih efektif, tetapi karena tidak selalu terjadi akibat perilaku buruk, konsekuensi logis adalah teknik pengasuhan positif yang sangat baik untuk digunakan.

8. Jadwalkan waktu berkualitas dengan anak 

© pixabay.com

Menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan anak adalah hal yang harus Anda tekankan. Temani anak untuk melakukan semua hal yang dia suka, seperti bermain di taman, membaca buku cerita, membuat origami atau kerajinan kerajinan unik yang dapat membuat anak Anda lebih kreatif.

Itulah beberapa tips untuk mendisiplinkan anak tanpa membentak. Ingatlah untuk memperjelas aturan dan harapan Anda. Jangan lupa, pilihlah yang positif dari pada negatif, sedapat mungkin gunakan konsekuensi yang logis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.