Tips Menjadi Seorang Ibu yang Sabar dan Tidak Pemarah

0
5

Menjadi seorang ibu tentu memiliki tuntutan yang luar biasa besar. Terlebih ketika sudah memiliki anak, dibutuhkan rasa sabar yang luar biasa hebat dalam diri seorang ibu. Bagaimana tidak sabar? Ketika sedang menikmati makanan tiba-tiba saja si buah hati ingin buang air besar, ketika baru saja mengepel lantai ternyata mereka menumpahkan makanan atau minuman atau malah membawa lumpur bekas bermain dari luar. Ketika baru saja merebahkan badan dan ingin bersantai tiba-tiba saja sang buah hati buang air besar dan yang lebih luar biasa adalah ketika sudah tersaji makanan ternyata mereka tidak ingin memakannya.

Kesabaran adalah modal utama!

© pixabay.com

Kesabaran adalah modal utama yang dimiliki seorang ibu, walaupun melihat perkembangan anak adalah kebahagiaan tapi tak jarang tingkah polah mereka membuat kita sebagai ibu dituntut memiliki kesabaran luar biasa. Jika kita tidak mampu mengontrol emosi dan sering memarahi anak maka yang terjadi adalah mereka akan tersakiti. 

Jika Anda sedang mengalami emosi berlebih dan sering marah kepada anak Anda, cobalah pelajari apa yang memicu Anda marah. Jika Anda marah karena anak berteriak, menjerit, membangunkan Anda di tengah malam, dan menolak untuk tidur, ingatlah hal itu adalah hal yang sangat wajar dilakukan anak-anak. Sebagai orangtua bijak, kita harus bisa kuat dan tegas dalam mengontrol emosi.

Pikirkan juga waktu untuk diri kita sendiri. Bisa jadi selama ini kita hanyalah stres dan terlalu memusingkan diri dalam mengurus anak. Padahal jika kita pandai memanfaatkan waktu, bukanlah hal yang sulit bagi kita untuk memanjakan diri sendiri. Manfaatkan waktu ketika Anak tertidur atau ketika mereka sedang sibuk sekolah. Manjakan diri dengan bersantai sejenak sembari menikmati secangkir teh, membaca buku, atau melakukan apapun yang Anda suka. Nikmatilah hidup Anda tanpa melupakan tugas sebagai seorang ibu.

Belajarlah untuk selalu bisa mengontrol diri dan bersikap tenang. Bekerjasamalah dengan pasangan Anda. Ketika Anda lelah, bergantianlah dengan pasangan perihal mengurus anak. Jika Anda butuh waktu istirahat, berkompromilah dengan anak dan suami Anda.

Di saat emosi Anda meluap-luap, cobalah untuk menarik napas panjang. Diamlah beberapa detik dan pandangi anak Anda. Cara itu cukup ampuh untuk menekan rasa marah Anda. Namun jika Anda terlanjur marah, usahakan selalu ucapkan maaf pada anak ketika Anda tak sengaja memarahinya. Meminta maaf kepada mereka merupakan contoh yang bagus, karena kita sesama manusia kadang membuat kesalahan. Jika anak Anda sudah cukup umur untuk mengerti, Anda bisa memberitahu mereka bahwa kita semua pasti pernah mengalami saat-saat yang buruk, dan kita harus mengatasinya dengan belajar bagaimana caranya agar tetap tenang menghadapi masalah.

Tips untuk menenangkan diri :

© pixabay.com
  • Beri tahu anak-anak Anda bahwa Anda butuh waktu satu menit untuk istirahat.
  • Hentikan emosi dengan cara berbalik, dan tarik napas panjang.
  • Letakkan anak Anda di kamar atau tempat tidur mereka sehingga Anda dapat meluangkan waktu.
  • Berteriaklah ke bantal, cara ini juga cukup ampuh jika diri Anda mengalami hal yang sangat kacau.
  • Panggil teman untuk sharing.
  • Istirahat dengan cukup.
  • Temukan hobi yang cocok untuk mengalihkan kebiasaan marah Anda.

Ingatlah semarah apapun kita, jangan pernah membentak atau memukul anak sebagai tindakan hukuman atas perbuatan yang dilakukan. Bahkan Anda tidak boleh memarahinya ketika ia memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya penasaran, ia bertanya karena mempercayai Anda dan jika Anda memberikan respon yang tidak baik maka ia tidak akan percaya lagi kepada Anda. Lalu bagaimana jika mereka akhirnya bertanya pada orang lain dan mendapatkan jawaban yang justru menjeratkannya pada hal negatif? Tentu kita tidak mau hal itu terjadi bukan? Tetaplah jadi ibu yang sabar dan tenang dalam mengasuh anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar di sini
Tulis nama di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.